![]() |
| Ilustrasi calo |
Tangerang Selatan – Maraknya praktik percaloan dalam pengurusan pajak kendaraan bermotor kembali menjadi sorotan publik. Aktivitas tersebut diduga terjadi secara terang-terangan di lingkungan Samsat Ciputat, Tangerang Selatan.
Praktik yang seharusnya diberantas itu justru dinilai mencoreng integritas pelayanan negara kepada masyarakat.
Lebih memprihatinkan, para calo yang dikenal sebagai Biro Jasa (BJ) diduga tidak bergerak sendiri. Sejumlah pihak menilai aktivitas tersebut terindikasi terkoordinir oleh oknum tertentu yang memiliki akses maupun kewenangan di dalam lingkungan Samsat.
Berdasarkan pantauan di lapangan Kamis 12 Maret 2026 sejumlah calo terlihat aktif menawarkan jasa pengurusan administrasi kendaraan kepada masyarakat. Layanan yang ditawarkan mulai dari perpanjangan STNK tahunan hingga pengurusan administrasi kendaraan lainnya.
Salah satu praktik yang mencolok adalah ketika warga hendak membayar pajak tahunan kendaraan namun tidak memiliki KTP atas nama pemilik kendaraan. Dalam kondisi tersebut, para calo menawarkan jasa “ACC KTP” dengan tarif yang bervariasi.
Untuk kendaraan roda dua, tarif yang ditawarkan sekitar Rp300.000, sementara untuk kendaraan roda empat mencapai Rp500.000. Bahkan untuk pengurusan pajak lima tahunan, biaya yang diminta bisa mencapai Rp900.000.
Dengan biaya tersebut, para calo menjanjikan proses pengurusan lebih cepat tanpa harus mengantre di loket pelayanan resmi.
Keberadaan para calo tersebut menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, aktivitas itu berlangsung secara terbuka hampir setiap hari kerja, seolah tanpa adanya pengawasan dari pihak terkait.
Beberapa warga bahkan menyebut para calo dapat dengan mudah keluar masuk area pelayanan yang seharusnya steril dari pihak yang tidak berkepentingan.
Publik menilai, jika aparat menjalankan fungsi pengawasan secara optimal, praktik percaloan seperti ini tidak akan tumbuh subur di lingkungan pelayanan publik.
Oleh karena itu, integritas aparat serta sistem pengawasan internal di Samsat Ciputat kini dipertanyakan oleh masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Samsat Ciputat guna mendapatkan klarifikasi resmi terkait dugaan praktik percaloan tersebut.(Tim/Red)
.jpg)

.jpg)